Salah Langkah Menulis #2
Tak Berkategori Februari 7th, 2010
Halaman sebelumnya Menjadi seorang penulis adalah hal yang mudah tergantung niat dan kemauan untuk memulai untuk menulis dan jangan pernah mengatakan sulit sebelum mencobanya. Menulis itu gampang. Benar-benar gampang! Itulah kesimpulan Arswendo Atmowiloto. Menulis itu tak perlu bakat, timpal Among Kurnia Ebo, seorang wartawan harian nasional terbesar kedua di Indonesia. Lebih gila lagi, Septiawan Santana bilang menulis ibarat ngomong. Apakah menulis segampang orang ngomongkah? Mungkin ya bagi orang seperti Arswendo, tetapi tidak untuk Anda.
Masih percyakah pada mitos-mitos seperti ini:
“memang bukan bakatnya menjadi penulis.”
“Tak ada leluhur saya yang lahir sebagai penulis.”
“Menulis itu sulit.”
Mitos-mitos itu harus kita bongkar dikepala kita saat ini. Bahkan bukan hanya dalam hal penulisan. Dalam hal lain pun, mitos ini tidak bias percaya. Bakat muncul karena digali terus-menerus. Kecerdasan muncul karena diasah terus-menerus. Filsafat kuno mengatakan bahwa pisau yang tumpul akan menjadi tajam kalau diasah setiap hari, dalam hal ini justru masih sangat relevan. Anak TK hamper bias dipastikan mampu menulis, malahan sudah ada yang mampu mengarang, apalagi alumni SMA, Perguruan Tinggi yang masa asahnya lebih lama.
Selain alasan klasik tadi, menurut Jonru ada empat alasan standar yang biasa dilemparkan saat ditanya kenapa Anda tidak mau menulis?
1. Saya masih sangat sibuk, saya tidak punya waktu banyak.
2. Nanti saja setelah lulus SMA.
3. Ilmu saya masih sedikit, nanti kalau sudah ahli saya akan mulai menulis.
4. Saya tidak tahu cara untuk memulai menulis.
Mereka merasa “berada dipihak yang benar” dengan alasan-alasan itu. Tetapi apakah mereka berada dalam “kebenaran?”. Apakah alasan mereka cukup kuat? Selengkapnya disini.
Sekali lagi sejuta alasan diatas sangat berbahaya. You can if you think you can, kata psikolog kondang Norman Vincent Peale. Anda tidak semsetinya membangun tembok-tembok tinggi yang membatasi pengembangan pribadi Anda sendiri. Sebaliknya bukalah pintu-pintu, saluran-saluran dan kesempatan-kesempatan baru yang mencerahkan masa depan Anda.
Secuil ungkapan Zainal Arifin Thoha mungkin bisa meruntuhkan sejuta alasan anda untuk berkelit dari menulis atau tindakan yang positif apapun didunia ini. “Lebih baik bertindak sedikit, daripada tenggelam dalam angan-angan ingin bertindak banyak.”
You can if you think you can, you can if you feel you can, you can if you breaf to start.
HASAT MENGUBAH DUNIA
Ketika masih muda aku bebas berkhayal
Aku bermimpi ingin mengubah dunia
Seiring dengan bertambahnya usia dan kearifanku,
Kudapati bahwa dunia tidak kunjung berubah
Maka cita-citaku itupun agak kupersempit,
Lalu kuputuskan hanya untuk mengubah negeriku.
Namun tampaknya
Hasrat itu tak ada hasilnya
Ketika usiaku semakin senja
Dengan semangatku yang masih tersisa
Kuputuskan untuk mengubah keluargaku
Orang-orang yang paling dekat denganku
Tepi celakanya
Merekapun tidak mau berubah!
Dan kini,
Sementara aku terbaring saat ajal menjelang
Tiba-tiba kusadari
“Andaikan yang pertama-tama yang kuubah adalah diriku
Maka dengan menjadikan diriku sebagai panutan,
Mungkin aku bisa mengubah keluargaku
Lalu berkat inspirasiku dan dorongan mereka
Bisa jadi ku mampu memperbaiki negeriku
Kemudian siapa tahu, aku bahkan bisa merubah dunia”.
Epitaph sebuah makan di Westminter Abbey,
Inggris, 1100 M.
Semoga bisa menjadi bahan renungan.
Salahlangkah #2: lebih baik bertindak sedikit dari pada tenggelam dalam angan-angan ingin bertindak banyak






Februari 13th, 2010 at 12:20
Setuju 1000 % dengan isi posting ini…
Semua hal bisa dilakukan bila kita sudah mempunyai niat dan bekerja keras untuk mewujudkan niat tersebut.
Tidak ada yang tidak mungkin, kecuali takdir Allah ya!
dan saya yakin, tidak ada seprang pun yang ditakdirkan untuk tidak bisa menulis. Bukankah dalam salah satu hadist juga disebutkan bahwa kita harus menuntut ilmu ke Negeri Cina?
Belajar, memang harus dilakukan terus menerus…
Trima kasih ya buat posting yang memotivasi ini!
Februari 13th, 2010 at 14:30
Wah bagus banget postingannya, saya setuju 100 % dengan kalimat terakhir. Lebih baik sedikit tapi terbukti dari pada banyak tapi hanya angan-angan
Februari 13th, 2010 at 17:44
Great!!
Lanjutkan!
Februari 14th, 2010 at 07:54
Kunjungan balik nih, makasih dah ke blog saya. Sebuah inspirasi untuk menulis yg bagus sekali. Ditunggu kunjungan selanjutnya.
Februari 14th, 2010 at 12:18
terima kasih dah mampir ke blog saya!saya juga setuju sekali dengan isi postingan ini. Menulis adalah ketrampilan dan bukan bakat seperti halnya menyanyi. Yang diperlukan adalah kerja keras dan ketekunan dan menulis. Semangat!
Februari 14th, 2010 at 13:36
menulis juga bisa dengan banyak dilatih kok…^^
Februari 14th, 2010 at 17:35
menulis bagi saya seperti perokok yg bibirnya terasa asem jika nggak/belum mengisap rokok.
media blog sangat membantu saya dalam menuangkan ide dan gagasan saya dalam bentuk tulisan. sejauh ini saya nggak punya kesulitan dalam menulis, krn dalam menulis saya nggak muluk2. sesederhana apapun ide saya, bisa saya tuangkan dlm bentuk tulisan
Februari 15th, 2010 at 06:44
Teruslah berkarya dan Berprestasi
http://www.symb4h3.blogspot.com
http://www.coolk45.blogdetik.com
Februari 15th, 2010 at 21:44
menulis tidak sulit, tetapi membuat tulisan kita dihargai dan dibaca banyak orang itu lain cerita…
Februari 20th, 2010 at 16:49
pokoke nulis ya bos kayak diriku
Maret 24th, 2010 at 10:57
heheh q juga bukan penulis atau punya nenek moyang seorang pelukis eh penulis
tapi q coba ajah menulis syukur2 bisa bermanfaat tulisan saya hehe
berkunjung dan ditunggu kunjungan baliknya..
salam blogger
makasih
Maret 24th, 2010 at 10:58
saya juga asal nulis kok
moga ajah gak salah nuliz
blogwalking
April 5th, 2010 at 08:35
lho kok belum diupdate blogna
empunya kmn nuy hehhehe